Wartajakenan.blog-Sendangsoko
merupakan desa penghasil kerajinan yang terbuat dari sabut kelapa, dengan
produk andalan yang dihasilkan adalah sapu keset. Desa
yang masuk wilayah Kecamatan Jakenan kabupaten pati ini, adalah satu-satunya
desa penghasil kerajinan tangan andalan sapu keset. Walau tergencet
perkembangan jaman dengan produk-produk plastik higienis mereka tetap
melakoninya. Karena hanya inilah ketrampilan yang mereka miliki sebagai
penopang kehidupan dimasa-masa paceklik.
Dahulu hampir
sebagian besar penduduknya menggantungkan hidupnya dari membuat kerajinan dari
sabut kelapa ini. Sekarang hanya tinggal sekitar 30% saja pengrajin sabut
kelapa dari Sendangsoko yang masih bertahan. Bahan baku yang masih gampang
didapat dan murah, membuat beberapa orang pengrajin masih menggeluti bidang
ini. Tidak ada tambahan pelatihan kertampilan serta kurangnya perhatian
dari Pemerintah, merupakan salah satu faktor mengapa pengrajin sabut kelapa ini
semakin berkurang keberadannya.
Konsumen memang
masih terbatas karena kalah saing dengan produk-produk berbahan plastik. Dalam
kurun waktu lima tahun terakhir ini, barulah pengrajin sabut kelapa mulai
dipesan dari berbagai daerah dan juga dari luar kota. Itu saja pesanan belum
tentu datang sebulan sekali. Selain dibeli pedagang lain, kadang mereka harus
memasarkan hasil kerajinan sendiri ke pasar-pasar. Sedangkan harga yang dipatok
para pengrajin dibilang cukup murah. Untuk satu batang sapu dihargai Rp.5000
(limaribu rupiah) dan satu keset dihargai Rp.7000 (tujuhribu rupiah). Hal ini
bertujuan untuk menambah dayabeli serta mempermudah pemasaran keluar
kota.
Kerajinan sabut
kelapa itu sendiri sebenarnya adalah sabut kelapa yang diambil seratnya, dan
pekerjaan ini dilakukan apabila tiba musim kemarau. Selain membutuhkan panas
yang cukup, juga sebagai sambilan atau penghasilan tambahan selama tidak
bercocok tanam. Sedangkan para pengrajin sabut kelapa, kebanyakan oleh ibu-ibu
dan untuk proses pembuatan setengah jadi oleh bapak-bapak. Dengan kerajinan
sabut kelapa para pengrajin ini dapat menghasilkan beberapa produksi seperti
kerajinan sapu, keset dan sisa hasil produksi dibuat menjadi tali. Para
pengrajin sabut kelapa ini adalah regenerasi warisan dari nenek moyang mereka
yang sudah ada sebelumnya.
(BagoesPonci/WJ)