Selasa, 17 Februari 2015

SAPU KESET YANG TERGENCET

                    
            Wartajakenan.blog-Sendangsoko merupakan desa penghasil kerajinan yang terbuat dari sabut kelapa, dengan produk andalan yang dihasilkan adalah sapu keset. Desa yang masuk wilayah Kecamatan Jakenan kabupaten pati ini, adalah satu-satunya desa penghasil kerajinan tangan andalan sapu keset. Walau tergencet perkembangan jaman dengan produk-produk plastik higienis mereka tetap melakoninya. Karena hanya inilah ketrampilan yang mereka miliki sebagai penopang kehidupan dimasa-masa paceklik.

             Dahulu hampir sebagian besar penduduknya menggantungkan hidupnya dari membuat kerajinan dari sabut kelapa ini.  Sekarang hanya tinggal sekitar 30% saja pengrajin sabut kelapa dari Sendangsoko yang masih bertahan. Bahan baku yang masih gampang didapat dan murah, membuat beberapa orang pengrajin masih menggeluti bidang ini. Tidak ada tambahan pelatihan kertampilan serta kurangnya perhatian dari Pemerintah, merupakan salah satu faktor mengapa pengrajin sabut kelapa ini semakin berkurang keberadannya.

              Konsumen memang masih terbatas karena kalah saing dengan produk-produk berbahan plastik. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir ini, barulah pengrajin sabut kelapa  mulai dipesan dari berbagai daerah dan juga dari luar kota. Itu saja pesanan belum tentu datang sebulan sekali. Selain dibeli pedagang lain, kadang mereka harus memasarkan hasil kerajinan sendiri ke pasar-pasar. Sedangkan harga yang dipatok para pengrajin dibilang cukup murah. Untuk satu batang sapu dihargai Rp.5000 (limaribu rupiah) dan satu keset dihargai Rp.7000 (tujuhribu rupiah). Hal ini bertujuan untuk menambah dayabeli serta  mempermudah pemasaran keluar kota.

                Kerajinan sabut kelapa itu sendiri sebenarnya adalah sabut kelapa yang diambil seratnya, dan pekerjaan ini dilakukan apabila tiba musim kemarau. Selain membutuhkan panas yang cukup, juga sebagai sambilan atau penghasilan tambahan selama tidak bercocok tanam. Sedangkan para pengrajin sabut kelapa, kebanyakan oleh ibu-ibu dan untuk proses pembuatan setengah jadi oleh bapak-bapak. Dengan kerajinan sabut kelapa para pengrajin ini dapat menghasilkan beberapa produksi seperti kerajinan sapu, keset dan sisa hasil produksi dibuat menjadi tali. Para pengrajin sabut kelapa ini adalah regenerasi warisan dari nenek moyang mereka yang sudah ada sebelumnya.
(BagoesPonci/WJ)