SEMARAK PILKADES TAHAP PERTAMA KAB.PATI 2015
wartajakenan.blog – Rencana pemkab pati melaksanakan pilkades
tahap pertama serentak 220 desa pada 28
maret mendatang, saat ini sudah dirasakan semaraknya oleh warga masyarakat Jakenan.
Kususnya desa Glonggong yang sudah banyak terlihat poster ukuran besar foto para bakal calon
kepala desa. Poster foto ini terpampang berjejer
di pertigaan Glonggong juga sepanjang jalan arah ke Tondomulyo dan Pati. Maklum karena
di pertigaan Glonggong juga sepanjang jalan arah ke Tondomulyo dan Pati. Maklum karena
untuk saat ini yang terdaftar
di panitia Penjaringan dan Penyaringan pilkades dan siap melengkapi berkas
sejumplah 4(empat) orang. Nama keempat bakal calon tersebut antara lain Rukin
Prasetyo,Parman,Wawi dan Ngatemin.
Poster foto
intinya minta restu dan dukungannya kepada warga untuk keberhasilan
masing-masing bakal calon. Panitia memperbolehkan memasang hanya foto saja
setelah mereka resmi terdaftar sebagai balon kepala desa. Barulah setelah tiba
masa kampanye, mereka harus memasang foto dengan tanda nomor yang telah diundi
sebelumnya. Untuk menghindari dua kali kerja mereka menyiasati mencetak poster
foto dengan lingkaran putih besar di pojok atau bawah gambar. Hal ini bertujuan nanti untuk mempermudah penulisan tanda nomor urut sebagai calon kepala desa.
Untuk diketahui bersama bahwa
pilkades tahun ini ada aturan yang sedikit berubah tidak seperti tahun
sebelumnya. Pilkades tahun ini surat suara hanya menggunakan tanda nomor dan foto
calon saja, sedangkan tanda gambar Padi
atau Ketela kali ini tidak digunakan lagi. Bakal
calon harus berdomisili minimal 1(satu) tahun terhitung mulai dari tanggal
dibukanya pendaftaran. Kusus untuk warga pendatang agar bisa
terdaftar sebagai pemilih harus berdomisili minimal 6(enam) bulan terhitung
dari tanggal ditetapkannya Daftar Pemilih Sementara(DPS). Untuk pengecekannya
dapat dilihat dari Kartu Keluarga(KK) masing-masing. Hal ini dilakukan untuk
menghindari peluang masyarakat untuk berbondong-bondong pindah datang dan
memiliki hak pilih ganda di dua desa.
(BagoesPonci/WJ)
